Makanan Masa Depan? Negara-negara UE Memasukkan Mealworm ke dalam Menu

File foto: Bart Smit, pemilik truk makanan Microbar, memegang sekotak ulat bambu di festival truk makanan di Antwerp, Belgia, 21 September 2014. Ulat tepung kering akan segera tersedia di rak supermarket dan restoran di seluruh Eropa. Ke-27 negara Uni Eropa pada Selasa, 4 Mei 2021 menyetujui proposal yang mengizinkan larva ulat bambu dipasarkan sebagai “makanan baru”. (Associated Press/Virginia Mayo, file foto)
BRUSSELS (AP) — Ulat bambu kering akan segera muncul di rak supermarket dan restoran di seluruh Eropa.
Pada hari Selasa, 27 negara Uni Eropa menyetujui proposal untuk memasarkan larva ulat bambu sebagai “makanan baru”.
Langkah UE ini dilakukan setelah badan keamanan pangan UE menerbitkan pendapat ilmiah tahun ini bahwa cacing tersebut aman untuk dimakan. Para peneliti mengatakan cacing, dimakan utuh atau dalam bentuk bubuk, merupakan camilan kaya protein yang juga bisa digunakan sebagai bahan produk lain.
Orang yang alergi terhadap krustasea dan tungau debu mungkin mengalami anafilaksis, kata komite tersebut.
Pasar serangga sebagai makanan memang kecil, namun para pejabat Uni Eropa mengatakan bahwa menanam serangga untuk makanan berdampak baik bagi lingkungan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut serangga sebagai “sumber makanan yang sehat dan bergizi, kaya akan lemak, protein, vitamin, serat, dan mineral”.
Uni Eropa akan mengeluarkan peraturan yang mengizinkan ulat bambu kering untuk dimakan dalam beberapa minggu mendatang setelah mendapat persetujuan dari negara-negara UE pada hari Selasa.


Waktu posting: 19 Des-2024